Orang tua sangat berpengaruh dalam
pembentukan perilaku anak. Menurut Persatuan
Dokter Gigi Indonesia (PDGI), dalam
pemeliharaan kesehatan gigi anak melibatkan
interaksi antara anak, orang tua dan dokter gigi.
Sikap dan perilaku orang tua, terutama ibu,
dalam pemeliharaan kesehatan gigi memberikan
pengaruh yang cukup signifikan terhadap
perilaku anak. Walaupun masih memiliki gigi
sulung, orang tua harus memberikan perhatian
serius pada anak. Pertumbuhan gigi permanen
anak ditentukan oleh kondisi gigi sulung anak.
Namun, masih banyak orang tua yang
beranggapan bahwa gigi sulung hanya sementara
dan akan digantikan oleh gigi permanen,
sehingga mereka sering menganggap bahwa
kerusakan pada gigi sulung bukan merupakan
suatu masalah.
Gigi tersusun dari mahkota gigi (korona),
leher gigi (kolum), dan akar gigi (radiks). Korona
merupakan bagian yang tampak di atas gusi dan
memiliki tiga lapisan. Lapisan paling luar adalah
lapisan email yang merupakan lapisan yang
paling keras. Dibawah lapisan email terdapat
tulang gigi atau dentin yang didalamnya terdapat
saraf dan pembuluh darah. Lapisan terdalam
terdapat rongga gigi atau pulpa yang merupakan
bagian antara korona dan radiks. Leher gigi atau
kolum merupakan bagian yang berada di dalam
gusi. Akar gigi atau radiks merupakan bagian
yang tertanam pada tulang rahang. Akar gigi
melekat pada tulang rahang dengan perantara
semen gigi. Semen gigi melapisi akar gigi dan
membantu menahan gigi agar tetap melekat
pada gusi.
Pada tingkat perkembangan bayi, gigi susu
mulai tumbuh sekitar usia 5 bulan. Pada usia 5-6
bulan, makanan yang padat mulai dapat diterima
mulut. Pada usia 6-8 bulan, bayi sudah mulai
mengunyah. Saat bayi berusia 18 bulan sampai 6
tahun, dua puluh gigi susu telah ada. Pada usia 2
tahun, anak mulai menggosok gigi dan belajar
praktik hygiene (kebersihan) dari orang tua. Karies gigi (lobang gigi) akan
menjadi masalah jika mengabaikan hygiene gigi.
Pada usia 6 tahun, gigi susu mulai tanggal dan
digantikan gigi permanen. 4
Pada rentang usia 6 sampai 12 tahun, gigi
susu mulai digantikan dengan gigi permanen.
Gigi permanen terdapat pada usia 12 tahun,
kecuali geraham kedua dan ketiga. Pilihan
makanan tertentu terlibat dalam usia ini.
Masalah kesehatan yang sangat penting pada
usia ini adalah karies dan ketidakteraturan gigi.
Pada tingkat perkembangan ini peran orang tua
juga diperlukan agar karies tidak terjadi pada gigi
permanen. Pada usia 12 sampai 18 tahun, semua
gigi permanen telah tumbuh. Menjaga
kebersihan mulut dan nutrisi yang baik
diperlukan untuk menghindari masalah di masa
yang akan datang.
Berikut Urutan Gigi Anak Tumbuh
Daftar Pustaka
1. Angela A. Pencegahan primer pada anak
yang berisiko karies tinggi. Maj Ked Gigi
Universitas
Sumatera Utara. 2005; 38(3):
130–4.
2. Alhamda S. Status kebersihan gigi dan mulut
dengan status karies gigi (kajian pada murid
kelompok umur 12 tahun di sekolah dasar
negeri kota bukittinggi). Berita Kedokteran
Masyarakat.
2011; 27(2): 108–15.
3. Rahayu TU. Pengaruh edukasi menggunakan
Kartu Indikator Karies Anak (KIKA) terhadap
perilaku ibu tentang pencegahan karies gigi
sulung di Kelurahan Randusari Semarang.
Jurnal
Media Medika Muda KTI Semarang:
Fakultas Kedokteran Universitas
Diponegoro. 2013; 2(1):1-9.
4. Isro’in L, Andarmoyo S. Personal Hygiene:
konsep, proses, dan aplikasi praktik
keperawatan.
Jakarta: Graha Ilmu; 2012.
Praktek Jeffry Kurniawan, drg
Jalan Lembaga Pemasyarakatan No 1 F Pekanbaru, Klinik Shifa Medika Sebelah Manly Babershop Pekanbaru - Gobah.
Instagram @doktergigijry @klinikgigipekanbaru
Konsultasi Via DM Instagram @doktergigijry @klinikgigipekanbaru
Konsultasi Via w.a 082390319191









