Tampilkan postingan dengan label Dokter Gigi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Dokter Gigi. Tampilkan semua postingan

Rabu, 11 April 2018

Anda Sebagai Orang Tua Wajib Mengetahui Pertumbuhan Gigi Anak Anda.

Orang tua sangat berpengaruh dalam pembentukan perilaku anak. Menurut Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI), dalam pemeliharaan kesehatan gigi anak melibatkan interaksi antara anak, orang tua dan dokter gigi. Sikap dan perilaku orang tua, terutama ibu, dalam pemeliharaan kesehatan gigi memberikan pengaruh yang cukup signifikan terhadap perilaku anak. Walaupun masih memiliki gigi sulung, orang tua harus memberikan perhatian serius pada anak. Pertumbuhan gigi permanen anak ditentukan oleh kondisi gigi sulung anak. Namun, masih banyak orang tua yang beranggapan bahwa gigi sulung hanya sementara dan akan digantikan oleh gigi permanen, sehingga mereka sering menganggap bahwa kerusakan pada gigi sulung bukan merupakan suatu masalah.

Gigi tersusun dari mahkota gigi (korona), leher gigi (kolum), dan akar gigi (radiks). Korona merupakan bagian yang tampak di atas gusi dan memiliki tiga lapisan. Lapisan paling luar adalah lapisan email yang merupakan lapisan yang paling keras. Dibawah lapisan email terdapat tulang gigi atau dentin yang didalamnya terdapat saraf dan pembuluh darah. Lapisan terdalam terdapat rongga gigi atau pulpa yang merupakan bagian antara korona dan radiks. Leher gigi atau kolum merupakan bagian yang berada di dalam gusi. Akar gigi atau radiks merupakan bagian yang tertanam pada tulang rahang. Akar gigi melekat pada tulang rahang dengan perantara semen gigi. Semen gigi melapisi akar gigi dan membantu menahan gigi agar tetap melekat pada gusi.

Pada tingkat perkembangan bayi, gigi susu mulai tumbuh sekitar usia 5 bulan. Pada usia 5-6 bulan, makanan yang padat mulai dapat diterima mulut. Pada usia 6-8 bulan, bayi sudah mulai mengunyah. Saat bayi berusia 18 bulan sampai 6 tahun, dua puluh gigi susu telah ada. Pada usia 2 tahun, anak mulai menggosok gigi dan belajar praktik hygiene (kebersihan) dari orang tua. Karies gigi (lobang gigi) akan menjadi masalah jika mengabaikan hygiene gigi. 

Pada usia 6 tahun, gigi susu mulai tanggal dan digantikan gigi permanen. 4 Pada rentang usia 6 sampai 12 tahun, gigi susu mulai digantikan dengan gigi permanen. Gigi permanen terdapat pada usia 12 tahun, kecuali geraham kedua dan ketiga. Pilihan makanan tertentu terlibat dalam usia ini. Masalah kesehatan yang sangat penting pada usia ini adalah karies dan ketidakteraturan gigi. Pada tingkat perkembangan ini peran orang tua juga diperlukan agar karies tidak terjadi pada gigi permanen. Pada usia 12 sampai 18 tahun, semua gigi permanen telah tumbuh. Menjaga kebersihan mulut dan nutrisi yang baik diperlukan untuk menghindari masalah di masa yang akan datang. 

Berikut Urutan Gigi Anak Tumbuh 



Daftar Pustaka 
1. Angela A. Pencegahan primer pada anak yang berisiko karies tinggi. Maj Ked Gigi Universitas 
    Sumatera Utara. 2005; 38(3): 130–4. 
2. Alhamda S. Status kebersihan gigi dan mulut dengan status karies gigi (kajian pada murid  
    kelompok umur 12 tahun di sekolah dasar negeri kota bukittinggi). Berita Kedokteran Masyarakat. 
    2011; 27(2): 108–15. 
3. Rahayu TU. Pengaruh edukasi menggunakan Kartu Indikator Karies Anak (KIKA) terhadap 
   perilaku ibu tentang pencegahan karies gigi sulung di Kelurahan Randusari Semarang. Jurnal 
   Media Medika Muda KTI Semarang: Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro. 2013; 2(1):1-9.
4. Isro’in L, Andarmoyo S. Personal Hygiene: konsep, proses, dan aplikasi praktik keperawatan. 
   Jakarta: Graha Ilmu; 2012.


Praktek Jeffry Kurniawan, drg
Jalan Lembaga Pemasyarakatan No 1 F Pekanbaru, Klinik Shifa Medika Sebelah Manly Babershop Pekanbaru - Gobah.
Instagram @doktergigijry @klinikgigipekanbaru
Konsultasi Via DM Instagram @doktergigijry @klinikgigipekanbaru
Konsultasi Via w.a 082390319191

Minggu, 08 April 2018

Deteksi Sekarang Rongga Mulut Keluargamu, Sahabatmu, Orang Yang Kamu Sayangi.

Pada umumnya masyarakat selalu menganggap remeh yang namanya gigi, bahkan jika dia sakit gigi maka dia hanya membeli obat di apotik terdekat, kali ini saya akan bahas beberapa hal yang sangat penting kita ketahui tentang penyakit rongga mulut. 

Pada zaman sekarang banyak terjadi kasus - kasus yang sangat memperhatikan termasuk kasus - kasus menular seksual dan bahkan kaum LGBT sudah sangat banyak di Indonesia. 
Informasi yang diperoleh dari Kemenkes secara keseluruhan terdapat peningkatan jumlah Waria secara bermakna antara tahun 2002 dan 2009, tetapi tidak terdapat peningkatan bermakna dari tahun 2009 dan 2012. Populasinya tidak ada yang pasti namun mengacu data populasi rawan terdampak HIV jumlah waria diperkirakan mencapai 597 ribu orang, sedangkan Lelaki yang seks dengan lelaki termasuk biseksual mencapai lebih dari 1 juta orang [Kemenkes RI, 2014]. Sumber lain dari menyebutkan jika menggunakan prevalensi dari populasinya bisa mencapai 3 juta. Sedangkan populasi lesbian belum banyak diketahui.

Sedangkan info terbaru, Liputan 6 Jakarta Menerangkan Bahwa "Penggerebekan diduga pesta seks gay di Kelapa Gading, Jakarta Utara, mengagetkan masyarakat Indonesia. Sebab, ada lebih dari 100 orang yang ditangkap aparat. Foto-foto yang beredar liar dari lokasi kejadian memperlihatkan tubuh-tubuh tersangka yang nyaris telanjang" Hal ini dilakukan oleh kaum LGBT" 

Dari uraian diatas, bahwa untuk hal penyimpangan seksual tersebut, memiliki resiko sangat fatal terjadinya AIDS dan HIV, Kelompok LGBT umumya mengharapkan perlakuan yang lebih seimbang dan adil dari Pemerintah, mereka ingin orientasi seksual dan perilaku seksual tidak menjadi hambatan bagi mereka dalam bermasyarakat, berkarya, berprestasi dan berkontribusi dalam pembangunan. Masyarakat sendiri masih memiliki stigma terkait dengan LGBT, khususnya akibat paparan media yang berlebihan dan tindak laku LGBT itu sendiri yang mendatangkan kekhwatiran, seperti kasus HIV AIDS, dan kasus kejahatan seksual pada anak, ditambah lagi dengan pemikiran yang dilandasi agama.

Dalam Artikel ini saya akan jelaskan secara detail jika seseorang itu terkena HIV dan AIDS
HIV yang merupakan singkatan dari HUMAN IMMUNODEFICIENCY VIRUS adalah Virus Penyebab AIDS. Virus ini menyerang dan merusak sistem kekebalan tubuh sehingga kita tidak bisa bertahan terhadap penyakit-penyakit yang menyerang tubuh kita. Sistem kekebalan tubuh Rusak atau Lemah mudah terserang penyakit yang ada di sekitar kita seperti TBC, Diare , Sakit kulit, dll. • HIV terdapat di dalam cairan tubuh seseorang yang telah terinfeksi seperti didalam darah, Air Mani (Cairan Sperma ) atau Cairan Vagina dan Air Susu Ibu. Sebelum HIV berubah menjadi AIDS, penderitanya akan tampak sehat dalam kurun waktu kira-kira 5 sampai 10 tahun.

Jika kita melihat di dalam rongga mulut apakah ciri - ciri seseorang tersebut sudah terkena HIV dan AID ?
1. Jika Anda Melihat Kandidiasis Oral ( Lesi Putih Tidak Dapat Dikerok) 
Kandidiasis oral seringkali merupakan gejala awal dari infeksi HIV. Faktor utama etiologi kandidiasis oral adalah jamur Candida albicans, meskipun spesies lain dari Candida dapat terlibat. Prevalensi yang dilaporkan bervariasi secara luas, sampai setinggi 72% pada anak-anak dan 94% pada orang dewasa.


2. Oral Hairy Leukoplakia
Oral hairy leukoplakia (OHL) lebih umum terjadi pada orang dewasa yang terinfeksi HIV daripada anak yang terinfeksi HIV. Prevalensi OHL pada orang dewasa adalah sekitar 20% -25%, meningkat dengan CD4 + menurun jumlah limfosit, sedangkan pada anak prevalensinya sekitar 2% -3%. Kehadiran OHL adalah tanda imunosupresi berat





3. NUG dan NUP (Kelainan Gusi dan Jaringannya)
NUG lebih sering terjadi pada orang dewasa dibandingkan anak. Hal ini ditandai dengan adanya ulserasi, pengelupasan, dan nekrosis satu atau lebih papilainterdental, disertai rasa sakit, pendarahan, dan halitosis berbau busuk (Gambar 3). Terapi dengan debridement saja atau dikombinasi dengan metronidazol jika terdapat demam, malaise, dan anoreksia. 
NUP ditandai hilangnya jaringan lunak dan gigi secara luas dan cepat.





Sumber
1. https://www.liputan6.com/global/read/2963642/4-kasus-lgbt-di-indonesia-yang-disorot-dunia
2. https://www.kemenpppa.go.id/lib/uploads/list/8cd37-3-laporan-lgbt-lgb.pdf
3. https://siamik.upnjatim.ac.id/poliklinik/aid.pdf
4. Samaranayake L, Huber MA, Redding SW. Infectious Disease. Burket's Oral Medicine. Eleventh
    ed. Hamilton: BC Decker Inc; 2008. p. 502-07.
5. Little JW, Falace DA, Miller CS, Rhodus NL. Dental Management of The Medically
    Compromised Patient. Seventh ed. St. Louis, Missouri: Mosby; 2008 p. 280-301.
6. Depkes RI. Pedoman Nasional Perawatan, Dukungan dan Pengobatan bagi ODHA. Jakarta:
    Direktorat Jenderal Pemberantasan Penyakit Menular & Penyehatan Lingkungan Depkes RI; 2003.
7. Kemenkes RI. Statistik Kasus HIV/AIDS di Indonesia. Jakarta: Ditjen PP & PL Kemenkes RI;
    2012.
8. Vaseliu N, Kamiru H, Kabue M. Oral Manifestations of HIV Infection In: Baylor International
     Pediatric AIDS Initiative, editor. HIV Curriculum for The Health Professional. Houston, Texas,
     U.S.A: Baylor College of Medicine; 2010. p. 184-93.

Praktek Jeffry Kurniawan, drg
Jalan Lembaga Pemasyarakatan No 1 F Pekanbaru, Klinik Shifa Medika Sebelah Manly Babershop Pekanbaru - Gobah.
Instagram @doktergigijry @klinikgigipekanbaru
Konsultasi Via DM Instagram @doktergigijry @klinikgigipekanbaru
Konsultasi Via w.a 082390319191

Rabu, 28 Maret 2018

Gigi Kamu Masih Bisa Kok Diatasi !!!

Kamu punya masalah dengan gigi berlubang seperti ini ?


Ini merupakan kondisi gigi yang sudah mulai hampit mengenai jaringan gigi, akan tetapi masih bisa dilakukan penumpatan.

Hal ini terjadi pada pasien yang mempunyai gigi yang tidak rapi, kemudian juga mempunyai kebiasaan buruk tidak menjaga kesehatan gigi dan mulut. 

Karies merupakan salah satu penyakit gigi yang telah ada sejak 14.000 tahun yang lalu. Karies merupakan suatu penyakit pada jaringan keras gigi, yaitu email, dentin dan sementum yang disebabkan aktivitas jasad renik yang ada dalam suatu karbohidrat yang dirugikan. Proses karies gigi ditandai dengan terjadinya deminerausisi pada jaringn keras gigi, terjadinya invasi bakteri dan kerusakan pada jaringan pulpa serta penyebaran infeksi ke jaringan periapikal dan menimbulkan rasa nyeri.
Penyakit  gigi dan mulut masih merupakan masalah kesehatan masyarakat yang utama didunia, menurut hasil The National Health and Nutrition Examination Survey pada tahun 2004 menunjukkan bahwa kesehatan gigi dan mulut di Indonesia merupakan hal yang perlu diperhatikan karena penyakit gigi dan mulut merupakan penyakit tertinggi yang dikeluhkan oleh masyarakat yaitu sebesar 60%. Penyakit gigi dan mulut yang terbanyak diderita masyarakat adalah karies gigi kemudian diikuti oleh penyakit periodontal di urutan kedua. karies juga dapat terjadi sebagai akibat dari penyakit lokal maupun penyakit sistemik, penyakit sistemik tersebut salah satunya adalah diabetes mellitus (DM). Penyakit Diabetes Mellitus adalah suatu penyakit yang kronis, dengan tanda yang khas yaitu bertambahnya kadar glukosa dalam darah dan dalam urin.
Menurut Notoatmojo (2007), pendidikan kesehatan dapat menghasilkan perubahan atau peningkatan dan akan berpengaruh pada sikap dan perilaku. Perubahan pengetahuan, sikap dan perilaku kesehatan dapat meningkatkan ketrampilan dalam melaksanakan hidup sehat.  Sementara menurut Depkes RI (2006), Usaha Kesehatan Sekolah adalah wahana belajar mengajar untuk meningkatkan kemampuan hidup sehat, sehingga meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan peserta didik yang harmonis dan optimal, agar menjadi sumber daya manusia yang berkualitas.  Pendidikan kesehatan juga diarahkan untuk membiasakan hidup sehat agar memiliki pengetahuan, sikap, ketrampilan untuk melaksanakan prinsip hidup sehat, serta aktif berpartisipasi dalam usaha kesehatan baik lingkungan sekolah, di lingkungan rumah tangga maupun lingkungan masyarakat.
Setelah Pasien Melakukan Pemeriksaan, Lalu Pasien dilakukan penumpatan secara sandwich (artinya selapis demi selapis)
Hasil Tumpatan Resin Komposit 
Daftar Pustaka 
1. Kemenkes RI. 2014. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 75 Tahun 2014 tentang Puskesmas. Jakarta.
2. Depkes RI. 2006. Petunjuk Pelaksanaan Monitoring, Evaluasi dan Pelaporan Usaha Kesehatan Sekolah, Jakarta.
3. https://www.instagram.com/doktergigijry/Laporan Tahunan Program Puskesmas Andalas. Tahun 2015